Manfaat Investasi P2P Lending Terhadap Ekonomi Inklusi Indonesia

Others

Beberapa tahun terakhir, teknologi finansial atau fintech di Indonesia terus mengalami perkembangan. Salah satu fintech yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah peer to peer lending atau disebut juga investasi P2P. Inovasi P2P lending hadir di tengah permintaan pasar untuk memudahkan pelaku usaha menjalankan usahanya.

Mengajukan peminjaman melalui platform P2P lending lebih mudah dari proses meminjam dana di bank. Pinjaman bank umumnya menggunakan agunan, seperti aset tanah, bangunan, atau peralatan produksi. Masalahnya, tidak semua pelaku usaha memiliki agunan. P2P lending membuat pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan.

Inilah Aneka Manfaat Investasi P2P Lending

Kehadiran P2P lending disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat. P2P lending juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi inklusi di Indonesia. Inovasi berbasis investasi fintech ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pihak OJK juga mengharapkan perkembangan P2P lending ini dapat bermanfaat untuk perekonomian nasional. Menurut riset perekonomian, kenaikan inklusi memberikan pengaruh yang positif bagi suatu negara. Sedangkan berdasarkan catatan Bank Dunia, 20% kenaikan inklusi oleh layanan keuangan dapat meningkatkan 1,7 juta pekerjaan.

Berikut adalah beragam manfaat investasi P2P Lending:

  1. Membantu pendanaan UMKM

P2P lending di Indonesia paling banyak digunakan oleh pelaku UMKM. Tercatat hingga Januari 2019, total pinjaman seluruhnya mencapai Rp25,9 triliun. Perusahaan yang bekerja sama dengan P2P lending sebanyak 99 perusahaan, pemberi pinjaman atau investor sebanyak 267.569 orang, dan peminjam sejumlah 5.160.120 orang.

Persyaratan untuk mengajukan pinjaman di P2P lending sangat mudah, peminjam harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) milik pribadi atau perusahaan, memiliki rekening bank, dan memiliki bukti legalitas perusahaan. Penilaian kelayakan kredit tetap dilakukan oleh pihak penyedia layanan P2P lending.

  1. Sebagai wadah berinvestasi

Untuk membantu meningkatkan perkembangan ekonomi di Indonesia, investor dapat turut berinvestasi melalui P2P lending. Berinvestasi dengan instrumen ini dijamin aman. Sektor ini dinaungi oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keuntungan yang ditawarkan oleh P2P lending juga sangat tinggi, sekitar 12% hingga 25% dalam satu tahun. Dengan modal minimal dana Rp25.000,- saja, calon investor sudah dapat memulai investasinya.

  1. Menjaga stabilitas keuangan negara

Menurut BI, meningkatnya inklusi keuangan sebesar 1% dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 0,03%. Secara tidak langsung, manfaat kenaikan inklusi dapat mengurangi angka pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meminimalisir kesenjangan sosial.

Sementara itu, dampak positif kenaikan inklusi bagi negara, yaitu membantu stabilitas sistem keuangan, meningkatkan efisiensi ekonomi, mengurangi distorsi ekonomi, mendukung ekspansi pasar keuangan, menyumbang potensi pasar baru, serta berkontribusi dalam perekonomian lokal maupun nasional.

  1. Meningkatkan inklusi keuangan

Demi mencapai perekonomian maju, berbagai cara dapat dilakukan di era digital ini. Teknologi yang dijalankan secara online, memiliki efek yang jauh lebih baik dibanding cara konvensional. Sudah terbukti dari munculnya P2P lending yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemilik usaha dapat mengajukan minimal pinjaman sebesar Rp10.000.000,- dengan bunga flat yang terjangkau sekitar 0,75% sampai 1,67% per bulan. Peminjam dapat bebas memilih platform karena saat ini sudah banyak layanan penyedia P2P lending yang terpercaya.

Investor dapat merencanakan keuangan untuk masa depan dengan baik, tanpa takut akan mengalami resiko yang tinggi. Sementara itu, para peminjam dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih maju. Jadi, terbukti bahwa investasi ekonomi inklusif yang satu ini memang sangat menguntungkan kedua belah pihak.