Cara Kerja Brainstorming untuk Mendesain Roll up Banner

Others

Menurut sejarahnya, brainstorming dikembangkan oleh Alex Osborn pada tahun 1941. Biasanya digunakan untuk keperluan meeting saat hendak memunculkan ide-ide. Belakangan ini, brainstorming juga bisa diterapkan ketika hendak mendesain roll up banner. Bagaimana cara kerjanya? Lalu, apa saja manfaat menggunakan teknik brainstorming ini?

Brainstorming Hanya Efektif jika Diterapkan secara Berkelompok

Boleh-boleh saja ketika mendesain roll banner itu hanya seorang diri, yakni si desainer saja. Namun dalam praktiknya, buah karya desainer akan melalui persetujuan dari pemilik bisnis sebelum dicetak. Biar tidak menimbulkan kritik yang sia-sia atau penerimaan secara sepihak, maka perlu kiranya dibentuk kelompok untuk berdiskusi.

Diskusi yang dilakukan bisa berkaitan dengan kerangka desain, pesan yang ingin disampaikan, hingga hasil desain nantinya. Jadi, ada semacam kerja sama dari dalam. Sebab jika hasil desain diserahkan mentah-mentah pada orang di luar lingkup desain, biasanya kritik demi kritik akan bermunculan. Padahal desain itu masih berupa ide inovatif.

Brainstorming Punya 4 Prinsip yang Tidak Boleh Dilanggar

Menurut penggagasnya, yakni Alex Osborn, kegiatan brainstorming seharusnya bisa menciptakan ide-ide kreatif plus unik. Sebab, masing-masing anggota dalam kelompok tersebut tidak boleh saling kritik. Sebagai gantinya, mereka perlu mencari ide dalam jumlah besar agar stok untuk membuat desain jadi tidak terbatas.

Hal itu hanya bisa dilakukan dengan cara memberanikan diri untuk melakukan eksperimen sebebas mungkin. Jelas eksperimen akan terhambat ketika sedikit-sedikit sudah dikritik. Hasilnya tentu hanya karya desain para medioker atau cuma mengekor apa yang ada di pasaran. Sedangkan gerakan kompetitor pada saat yang sama semakin agresif.

Kegiatan Brainstorming Mampu Memecahkan Masalah Apa pun

Serius nih? Yap! Masalah utama yang berkaitan dengan kreativitas biasanya tidak jauh-jauh dari faktor “kejenuhan” sehingga memunculkan “mental blocking”. Untuk mengatasi hal itu, maka diperlukan beberapa tahapan khusus. Mulai dari eksplor ide yang ingin dicapai, menjelajahinya, mengumpulkan solusi dari masing-masing anggota, hingga penerapannya.

Hasil yang didapatkan biasanya sesuai dengan keinginan masing-masing anggota. Terlebih lagi tidak ada yang mengkritik ide-ide tersebut karena sudah menjadi bagian dari prinsip kerja brainstorming. Semua ide yang muncul untuk memecahkan masalah akan dicatat, dikelola, serta dievaluasi oleh fasilitator berpengalaman.

Brainstorming Itu Layaknya Jembatan Kreatif Berukuran Raksasa

Setelah berpisah dengan “si tukang kritik” yang umumnya membatasi gerak imajinasi kreatif, maka ide-ide unik pun bermunculan. Brainstorming ini lebih mirip dengan jembatan kreatif yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh para desainer di bidang apa pun. Termasuk ketika ingin mendesain roll banner demi kepentingan berlanjutnya strategi pemasaran.

Bukankah sekarang sudah ada templat gratis dan premium yang sewaktu-waktu bisa diunduh? Kenapa harus repot-repot menciptakan kelompok hanya untuk menghasilkan ide untuk desain roll banner? Kalau hanya ide sederhana, memang bisa pakai templat itu. Tapi jika persaingan di pasaran begitu ketat, bagaimana tanggapan Anda selanjutnya?

Terlebih lagi minat audien dari hari ke hari bisa saja mengalami perubahan. Sedangkan tugas para desainer harus bisa menarik perhatian mereka ke arah banner yang sudah terpasang. Dengan munculnya ide-ide unik dan segar, maka dimungkinkan semakin banyak audien yang tertarik. Bukankah ada kecenderungan kalau orang-orang itu suka dengan “kebaruan”?

Begitu desain roll up banner selesai, maka bisa langsung dihadapkan ke mesin percetakan. Saat ini sudah ada penyedia platform yang memungkinkan Anda bisa cetak roll banner via online. Salah satunya lewat Printerous yang sudah bermitra dengan lebih dari 350 percetakan pilihan. Desain yang unik jika ketemu dengan percetakan yang bagus, pasti keren hasilnya.