Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Penanganan Hepatitis C

perbedaan hepatitis b dan c

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2014, 1 dari 10 orang Indonesia terinfeksi hepatitis tipe B dan C. Karena prevalensinya cukup tinggi, sebaiknya kenali penyebab, gejala dan cara penangan hepatitis C agar terhindar dan dapat terdeteksi lebih dini.

Apa Itu Hepatitis Tipe C?

Ada beberapa tipe hepatitis yang disebabkan oleh virus, yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis merupakan salah satu tipe yang paling berbahaya, karena gejala awalnya yang samar dan umumnya muncul ketika sudah mencapai fase akhir infeksi kronis.

Penularan Hepatitis tipe C

Penularan HCV terjadi melalui paparan darah yang terinfeksi atau terkontaminasi virus masuk ke dalam aliran darah orang yang belum terinfeksi. Proses penularan ini dapat terjadi meskipun jumlah darah yang terpapar sangat kecil. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui hubungan seksual dan melalui plasenta, dari ibu ke anak.

Adapun beberapa orang yang memiliki resiko tinggi terinfeksi HCV, antara lain adalah petugas medis—melalui jarum suntik ataupun tindakan medis lain—pengguna narkoba jenis suntik, orang dengan HIV dan AIDS, pasangan seks seorang yang terinfeksi HCV, orang yang membuat tato atau tindik, terlahir dari ibu dengan infeksi HCV dan pasien cuci darah.

Gejala

Gejala Awalnya hepatitis tipe C memang tidak terlalu khas, namun pada tahap awal—sekitar 1 hingga 3 bulan sejak terpapar virus—muncul gejala ringan, seperti mata dan kulit menguning (jaundice), urin berwarna gelap seperti teh, feses berwarna pucat seperti dempul, demam, mudah lelah, mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri lambung dan nyeri otot.

Gejal yang lebih khas akan muncul ketika sudah memasuki fase kronis, setelah bertahun-tahun, antara lain adalah mudah berdarah, mudah memar, kulit gatal, terjadi penumpukan cairan pada perut, kaki bengkak, berat badan turun, ensefalopati—linglung, mengantuk dan bicara tidak jelas—dan pembuluh darah terlihat seperti sarang laba-laba pada kulit (spider angioma).

Semua gejala tersebut terjadi akibat hati yang sudah rusak akibat infeksi HCV. Selain itu, hal tersebut juga bisa terjadi fase awal infeksi jika kondisi penderita yang memburuk seiring waktu. Jika mengalami tanda dan gejala seperti itu, segeralah konsultasikan pada dokter.

Penanganan

Penganan umumnya dilakukan dengan pemberian terapi obat antivirus oleh dokter selama 12—72 minggu, tergantung perkembangan dan tingkat keparahan. Pemberian obat-obatan ini dimaksudkan untuk membunuh HCV agar tidak menyebabkan masalah yang lebih serius.

Demikian ulasan singkat tentang penyakit hepatitis C. Pencegahan bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari faktor penyebab, seperti berhubungan seksual dengan aman, tidak menggunakan narkoba dan tidak menggunakan gunting kuku atau alat yang berpotensi terpapar darah secara bersamaan.

shares